EASTPRING GANDENG STANCHART
PASARKAN REKSA DANA SAHAM
EPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Standard Chartered (Stabchart) Bank
menjadi bank distributordalampenjualanreksadanasahameastpring investment ‘Alpha
Navigator.’ Inimerupakanprodukreksadanapertama yang diterbitkanEastpring
Investment Indonesia.
eneral
Manager Wealth Management dan Health Consumer Banking Stanchart
Bank, LannyHendra, mengataknprusaahnsejauninisudahmenggandeng enema
hinggatujuhperusahaan asset Management. “Sudahada 40-50 produkk yang
sudahdikeloladan Alpha Navigator iniadalahprodukbarupertamadalamtuhunini” kata
Lanny di Jakarta, Rabu (20/2). Reksadanainimemiliki minimal
investasisebesarsatujuta per nasabah.
kemungkinan bias masuksejauihinisejauhperusahaan asset management
danproduknyaberkualitas. Stanchartakanmenlakukan roadshow
kesejumlahkotabesaruntukmemperkenalkanreksadanaini.
Chief Marketing Officer Eastpring Investment Indonesia, Anita Abdulkadir,
mengatakanreksadanasaham ‘Alpha Navigator’ inilebihfleksibeldibandingprodukreksadanalainnya.
Akhirakhirini, banyakreksadana yang membatasidiripada sector
ekonomiatausegmenindekstertentu, tidakdemikianhalnyadenganEastpring.
Dalammelakukanpemilihansaham, perusahaanmelakukananalisin Fundamental, memahami
industry darisaham. Analisisinidilakukandiregionaldan local, kemudianakan
Sebagaiperbandingan,
kinerjahistorisreksadanainimenunjukanhasilterbaikdiatasperformaindekshargasahamgabungan
(IHSG). SejakdiluncurkanpadaAgustus 2012, hinggaakhirJanuari 2013,
kinerjareksadanainimencapai 8,81persendalamperiodesama.
Begitujugadibandingkandengan rata-rata kinerjareksadanasejenis di pasar, yaitu
9,24persen. Dalamsatubulan, Alpha Navigatormencatatkinerja 3,64persen,
dibandingkan IHSG 3.17 persen. Dalamtigabulan, Alpha Navigator mencatatkineja
5,5persen, dibandingkandengan IHSG 2,38 persen. Anita menambahkan,
reksadanasahaminitidakmembatasidiridenganbesarkecilnyakapitalisasiperusahaan,
melainkanmencarikansaham-saham yang bias memberikannilaitambah, “Hingga 18
Februari 2013, reksadanasahamEastpringmembukukankeuntungan 15,50persen, diatas
IHSG 12,28 persen, danInfovesta Fund Index 12,59 persen,
“kata Anita.
Chief Investment Officer Eastpring Investment Indonesia,
Ari Pitojo, mengatakantahuninimerupakantahun yang
tenangbaginasabahberinvestasi di reksadansaham.
Pasalnya, volatilitaspasarlebihkecildibandingkan 2012.
Selainkarenasudahselesainyapemilihanumumdisejumlah Negara maju, kebijakn yang
diambilbenksentralbeberapa Negara
diseluruhduniamembuatgejolakvolatilitasrendah.
Pertumbuhanpenjualan di Asia tinggi. “kedepan, sahamtetapbagus. Salah
satufaktornyakarenautang Indonesia berbandingpendapatan domestic Negara lain di
dunia,” kata Ari. Jadi, pertumbuhaninvestasiakanmengarahkepada Negara-negara
yang tetap bias bertumbuhdenganmenggunakankemampuanmodalnyasendiri,
bukanmengandalkanutang. Otomatis, Negara-negara di duniapastimelirik Indonesia
sebagaitempatberinvestasi.