Rabu, 08 Mei 2013




EASTPRING GANDENG STANCHART
PASARKAN REKSA DANA SAHAM


R
EPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Standard Chartered (Stabchart) Bank menjadi bank distributordalampenjualanreksadanasahameastpring investment ‘Alpha Navigator.’ Inimerupakanprodukreksadanapertama yang diterbitkanEastpring Investment Indonesia.


G
eneral
Manager Wealth Management dan Health Consumer Banking Stanchart Bank, LannyHendra, mengataknprusaahnsejauninisudahmenggandeng enema hinggatujuhperusahaan asset Management. “Sudahada 40-50 produkk yang sudahdikeloladan Alpha Navigator iniadalahprodukbarupertamadalamtuhunini” kata Lanny di Jakarta, Rabu (20/2). Reksadanainimemiliki minimal investasisebesarsatujuta per nasabah.


kemungkinan bias masuksejauihinisejauhperusahaan asset management danproduknyaberkualitas. Stanchartakanmenlakukan roadshow kesejumlahkotabesaruntukmemperkenalkanreksadanaini.
Chief Marketing Officer Eastpring Investment Indonesia, Anita Abdulkadir, mengatakanreksadanasaham ‘Alpha Navigator’ inilebihfleksibeldibandingprodukreksadanalainnya. Akhirakhirini, banyakreksadana yang membatasidiripada sector ekonomiatausegmenindekstertentu, tidakdemikianhalnyadenganEastpring. Dalammelakukanpemilihansaham, perusahaanmelakukananalisin Fundamental, memahami industry darisaham. Analisisinidilakukandiregionaldan local, kemudianakan
Sebagaiperbandingan, kinerjahistorisreksadanainimenunjukanhasilterbaikdiatasperformaindekshargasahamgabungan (IHSG). SejakdiluncurkanpadaAgustus 2012, hinggaakhirJanuari 2013, kinerjareksadanainimencapai 8,81persendalamperiodesama. Begitujugadibandingkandengan rata-rata kinerjareksadanasejenis di pasar, yaitu 9,24persen. Dalamsatubulan, Alpha Navigatormencatatkinerja 3,64persen, dibandingkan IHSG 3.17 persen. Dalamtigabulan, Alpha Navigator mencatatkineja 5,5persen, dibandingkandengan IHSG 2,38 persen. Anita menambahkan, reksadanasahaminitidakmembatasidiridenganbesarkecilnyakapitalisasiperusahaan, melainkanmencarikansaham-saham yang bias memberikannilaitambah, “Hingga 18 Februari 2013, reksadanasahamEastpringmembukukankeuntungan 15,50persen, diatas IHSG 12,28 persen, danInfovesta Fund Index 12,59 persen,
“kata Anita.
Chief Investment Officer Eastpring Investment Indonesia,










Ari Pitojo, mengatakantahuninimerupakantahun yang tenangbaginasabahberinvestasi di reksadansaham.
Pasalnya, volatilitaspasarlebihkecildibandingkan 2012. Selainkarenasudahselesainyapemilihanumumdisejumlah Negara maju, kebijakn yang diambilbenksentralbeberapa Negara diseluruhduniamembuatgejolakvolatilitasrendah.
Pertumbuhanpenjualan di Asia tinggi. “kedepan, sahamtetapbagus. Salah satufaktornyakarenautang Indonesia berbandingpendapatan domestic Negara lain di dunia,” kata Ari. Jadi, pertumbuhaninvestasiakanmengarahkepada Negara-negara yang tetap bias bertumbuhdenganmenggunakankemampuanmodalnyasendiri, bukanmengandalkanutang. Otomatis, Negara-negara di duniapastimelirik Indonesia sebagaitempatberinvestasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar